Kamis, 24 Maret 2016



SEPUCUK HARAPAN UNTUK LOMBOK TIMUR LEBIH BAIK
            Bupati dalam konteks otonomi daerah di Indonesia adalah sebutan untuk kepala daerah tingkat kabupaten. Pada dasarnya, bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama  DPRD kabupaten. Menjadi seorang bupati bukanlah hal yang mudah, melainkan bagaimana kita mengemban tugas secara profesional berdasarkan komitmen dan pengabdian kepada negara tercinta. Tak ubahnya seperti Bupati di Lombok Timur yang memiliki kewajiban sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah berdasarkan asas desentralisasi sebagai berikut: Mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI, memegang teguh pancasila dan UUD 1945, menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan, meningkatkan taraf  kesejahteraan  rakyat, memelihara keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat, bersama dengan DPRD Kabupaten membuat Peraturan Daerah, dan memimpin penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Kabupaten. Dalam mengemban tugas tersebut tentunya pemerintah daerah khususnya Bupati memiliki tantangan dan permasalahan tersendiri dalam  menghadapi masalah seperti ketenagakerjaan, sosial budaya, perekonomian, pendidikan, dll. Dari berbagai permasalahn tersebut, berikut fakta-fakta yang nampak di Kabupaten Lombok Timur.
Pertama, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 56.672 warganya memilih untuk mengadu nasib dan bekerja di luar negeri sebagai TKI (2014) , terdiri atas laki-laki sebanyak 45.256 orang dan perempuan 11.416  orang. Mereka berasal dari Kota Mataram sebanyak 140 orang, Kota Bima 90 orang, Kabupaten Lombok Barat 4.602 orang, Lombok Tengah 8.239 orang, Lombok Timur 24.281 orang, Lombok Utara 887 orang ungkap Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, H Zainal, Mataram, 18 Januari 2015 (ANTARA News). Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa Lombok Timur penyumbang TKI terbesar di NTB bahkan di Indonesia. Hal ini terdengar sangat miris  mengingat banyak potensi berupa Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa di manfaatkan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi? apakah karena kurangnya skill yang dimiliki masyarakat atau kurangnya perhatian pemerintah terhadap realita ketenagakerjaan yang terjadi di Lombok Timur.
                        Kedua, Merariq Kodeq alias nikah dini masih banyak terjadi di  Lombok Timur. Data 2014 menunjukan dari 2.036 perkawinan yang tercatat, 562 diantaranya dilakukan perempuan yang masih berusia kurang dari 19 tahun (Lombok Post 28 Agustus 2015). Dari data tersebut angka pernikahan dini di Lombok timur terbilang sangat tinggi . Hal tersebut dikhawatirkan akan merusak pola pikir para remaja atau anak muda masa depan untuk menikah lebih cepat sebelum waktunya . Pasalnya banyak remaja yang rela putus sekolah demi menikah muda. Dengan menikah muda bisa jadi cita-cita yang mereka impikan hanyalah omong kosong  belaka. Selain itu dengan menikah terlalu cepat maka pertumbuhan penduduk pun akan semakin meningkat dan beban ketergantugan juga ikut meningkat. Hal tersebut menyebabkan penduduk semakin tertekan baik dalam hal ekonomi, moral, maupun budaya masyarakat.
            Ketiga, Pendidikan di Lombok timur alhamdulilah bisa dibilang sudah mulai menuju taraf  yang lebih baik, banyak di sekolah pelosok yang sudah bisa mengenyam pendidikan seperti halnya di kota. Namun berkenaan dengan pendidikan yang mulai berkembang, banyak terjadi penyelewengan terhadap ilmu yang didapat seperti penguasaan teknologi . Teknologi memang sangat bermanfaat di dunia pendidikan untuk menunjang aktifitas belajar siswa maupun semua orang. Dengan kecanggihan teknologi tersebut ada sebagaian pemuda yang tidak memanfaatkan hal tersebut dengan bijak namun malah menyalahgunakannnya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. seperti halnya pelajar di Lombok Timur , sebagian pelajar malah memanfaatkan teknolgi dengan tidak bijak seperti mengakses vidio porno di situs internet, mengupload foto di media sosial yang berlebihan, melakukan bullying di sosial media (sosmed), mencari bocoran soal lewat internet, dan masih banyak lagi. Disini sangat diperlukan perhatian pemerintah dalam menanggulanginya, karena pemuda sangat penting di bina dan di lestarikan untuk mengganti tonggak kepemimpinan bangsa yang adil, bijaksana, profesional, berfikir luas, dan memiliki iman dan takwa serta moral yang baik pula.
            Dari fenomena serta permasalahn tersebut, pemerintah daerah semestinya cepat tanggap menangani masalah tersebut khususnya kepala daerah seperti bupati dapat mengambil tindakan dan langkah nyata.  Jika saya menjadi BUPATI, maka ada beberapa hal yang akan saya lakukan guna menanggulangi masalah di Lombok Timur antaralain:
            Pertama, mengenai masyarakat Lombok timur yang sebagian besar memilih bekerja atau merantau di negara orang menjadi TKI baik di Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam , Arab Saudi dll. Hal seperti ini dapat kita tanggulangi dengan memperbanyak lapangan pekerjaan yang nantinya mampu menyerap tenaga kerja. Lapangan pekerjaan yang banyak pun masih belum maksimal jika tidak dibarengi dengan skill, kreatifitas, pendidikan, penguasaan IPTEK, dan informasi yang cukup . Jadi , jika saya menjadi bupati saya akan menambah lapangan pekerjaan dengan terlebih dahulu meningkatkan skill (kemampuan) penduduk dalam bidang penguasaan IPTEK, pendidikan, membuka pelatihan ketenagakerjaan, melakukan pelatihan moral tenaga kerja yang baik, menciptakan kondisi yang nyaman antara si tenaga kerja dengan tempat mereka bekerja. Membina dan memberikan pelatihan bagi para petani di Lombok Timur karena sebagian besar mata pencaharian di Lombok Timur adalah sebagai petani jadi petani perlu di berikan modal, pembinaan skill, dan cara mengolah tanah yang baik agar mendapatkan hasil yang maksimal. Selain di bidang pertanian Lombok Timur juga mempunyai pariwisata yang bisa dibilang sangat menjanjikan untuk perekonomian masyarakat hal itu bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membuat lapangan pekerjaan bagi para tenaga kerja. Apalagi terhitung banyak sekali tourist asing yang datang ke NTB khususnya Lombok Timur untuk berwisata. kekayaan alam tersebut bisa kita manfaatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal yang berkualitas dan berdaya saing yang tinggi sehingga masyarakat tak perlu lagi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan karena sebagaian masyarakat sudah mempunyai pekerjaan yang layak dan menjanjikan di dalam negeri sendiri. Dengan hal ini, maka masalah ketenagakerjaan di Lombok Timur bisa teratasi, pasalnya kekayaan alam yang melimpah di kawasan ini dapat di manfaatkan jika masyarakatnya sudah mempunyai skill, menguasai teknologi, dan pintar melihat peluang.
            Kedua, tentang masalah pernikahan dini yang semakin marak terjadi di kawasan Lombok Timur. Melihat fenomena tersebut pemerintah seharusnya lebih bijak dan tegas memberikan sanksi tegas dan pembinaan bagi  pemuda pemudi Lombok Timur khusunya para pelajar. Jika saya menjadi bupati, maka hal pertama yang akan saya lakukan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah memberikan sosialisasi berupa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan serta moral bangsa. Dengan begitu remaja akan senantiasa mempunyai gambaran mengenai masa depan gemilang yang akan mereka capai kedepannya tanpa memikirkan menikah di usia muda yang  malah justru menambah beban bangsa . Langkah nyata lainnya adalah membentuk panitia khusus yang bertugas merazia setiap tempat-tempat startegis yang lumrah di datangi oleh kaum remaja yang sedang berpacaran. Dengan begitu kita bisa mengontrol pergaulan kaum remaja di luar sekolah atau rumah . Peran orang tua dan sekolah juga sangat di perlukan dalam menekan pergaulan remaja yang semakin bebas di era global ini. Orang tua dan pihak sekolah dapat bekerjasama memberikan pengawasan terhadap anak. Di lingkungan sekolah guru dapat menamkan pendidikan anti menikah muda dan di rumah orang tua dapat menanamkan pengetahuan lebih mengenai agama agar moral remaja khususnya di Lombok Timur dapat terjaga dengan baik.
            Ketiga, masalah penyalahgunaan teknologi yang dilakukan remaja , Jika saya menjadi bupati tindakan yang akan saya ambil adalah memberikan bimbingan moral tentang pentingnya memiliki akhlakul karimah yang mulia baik di kehidupan sehari-hari maupun di dalam media sosial yang sering digunakan oleh remaja. Selanjutnya Kita juga bisa memberikan pengawasan seperti melakukan razia di media sosial maupun tempat mengakses internet yang sering disebut warnet . Selain itu kita bisa memberikan penyuluhan tentang pentingnya teknologi seperti media untuk mencari mitra kerja, tempat berjualan online , mencari akses informasi, dan masih banyak lagi.
            Dari fakta yang terjadi serta solusi yang sudah diberikan pesan yang dapat kita petik adalah bagaimana menjadi seseorang yang memiliki moral dan keperibadian yang baik serta memiliki skill , pendidikan, dan penguasaan IPTEK agar dapat menunjang kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Selain masyarakat pemerintah juga memilki andil yang penting dalam menanggulangi semua permasalah yang terjadi didaerahnya khususnya seorang bupati yang juga sebagai kepala daerah tingkat kabupaten. Mudah-mudahan dari fakta serta fenomena yang terjadi bupati bisa lebih cepat tanggap dan dapat mengambil langkah nyata guna menyelesaikan semua permasalahn yang terjadi dan selain itu perlu ada kerjasama yang baik dari semua pihak agar apa yang menjadi keinginan kita bisa berjalan dengan lancar amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STRATEGI SUMEDANG DALAM MEMBANGUN KABUPATEN WISATA

Pariwisata merupakan salah satu aspek utama dalam mengembangkan kearifan lokal di suatu daerah. Tidak terkecuali kabupaten Sumedang yang...