SEPUCUK
HARAPAN UNTUK LOMBOK TIMUR LEBIH BAIK
Bupati dalam konteks otonomi daerah
di Indonesia adalah sebutan untuk kepala daerah tingkat kabupaten. Pada
dasarnya, bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah
berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama
DPRD kabupaten. Menjadi seorang bupati bukanlah hal yang mudah,
melainkan bagaimana kita mengemban tugas secara profesional berdasarkan
komitmen dan pengabdian kepada negara tercinta. Tak ubahnya seperti Bupati di
Lombok Timur yang memiliki kewajiban sesuai dengan ketentuan Undang-undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah berdasarkan asas desentralisasi
sebagai berikut: Mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI, memegang teguh
pancasila dan UUD 1945, menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan,
meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat, memelihara keamanan, ketertiban, dan
ketentraman masyarakat, bersama dengan DPRD Kabupaten membuat Peraturan Daerah,
dan memimpin penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kebijakan yang
ditetapkan bersama DPRD Kabupaten. Dalam mengemban tugas tersebut tentunya
pemerintah daerah khususnya Bupati memiliki tantangan dan permasalahan
tersendiri dalam menghadapi masalah
seperti ketenagakerjaan, sosial budaya, perekonomian, pendidikan, dll. Dari
berbagai permasalahn tersebut, berikut fakta-fakta yang nampak di Kabupaten
Lombok Timur.
Pertama, Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak
56.672 warganya memilih untuk mengadu nasib dan bekerja di luar negeri sebagai
TKI (2014) , terdiri atas laki-laki sebanyak 45.256 orang dan perempuan
11.416 orang. Mereka berasal dari Kota
Mataram sebanyak 140 orang, Kota Bima 90 orang, Kabupaten Lombok Barat 4.602
orang, Lombok Tengah 8.239 orang, Lombok Timur 24.281 orang, Lombok Utara 887
orang ungkap Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, H Zainal, Mataram, 18 Januari 2015
(ANTARA News). Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa Lombok Timur
penyumbang TKI terbesar di NTB bahkan di Indonesia. Hal ini terdengar sangat
miris mengingat banyak potensi berupa
Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa di manfaatkan untuk membantu meningkatkan
perekonomian masyarakat. Namun apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi?
apakah karena kurangnya skill yang dimiliki masyarakat atau kurangnya perhatian
pemerintah terhadap realita ketenagakerjaan yang terjadi di Lombok Timur.
Kedua,
Merariq Kodeq alias nikah dini masih banyak terjadi di Lombok Timur. Data 2014 menunjukan dari 2.036
perkawinan yang tercatat, 562 diantaranya dilakukan perempuan yang masih
berusia kurang dari 19 tahun (Lombok Post 28 Agustus 2015). Dari data tersebut
angka pernikahan dini di Lombok timur terbilang sangat tinggi . Hal tersebut
dikhawatirkan akan merusak pola pikir para remaja atau anak muda masa depan untuk
menikah lebih cepat sebelum waktunya . Pasalnya banyak remaja yang rela putus
sekolah demi menikah muda. Dengan menikah muda bisa jadi cita-cita yang mereka impikan
hanyalah omong kosong belaka. Selain itu
dengan menikah terlalu cepat maka pertumbuhan penduduk pun akan semakin meningkat
dan beban ketergantugan juga ikut meningkat. Hal tersebut menyebabkan penduduk
semakin tertekan baik dalam hal ekonomi, moral, maupun budaya masyarakat.
Ketiga, Pendidikan di Lombok timur
alhamdulilah bisa dibilang sudah mulai menuju taraf yang lebih baik, banyak di sekolah pelosok
yang sudah bisa mengenyam pendidikan seperti halnya di kota. Namun berkenaan
dengan pendidikan yang mulai berkembang, banyak terjadi penyelewengan terhadap
ilmu yang didapat seperti penguasaan teknologi . Teknologi memang sangat
bermanfaat di dunia pendidikan untuk menunjang aktifitas belajar siswa maupun
semua orang. Dengan kecanggihan teknologi tersebut ada sebagaian pemuda yang
tidak memanfaatkan hal tersebut dengan bijak namun malah menyalahgunakannnya
untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. seperti halnya pelajar di Lombok Timur ,
sebagian pelajar malah memanfaatkan teknolgi dengan tidak bijak seperti
mengakses vidio porno di situs internet, mengupload foto di media sosial yang
berlebihan, melakukan bullying di sosial media (sosmed), mencari bocoran soal
lewat internet, dan masih banyak lagi. Disini sangat diperlukan perhatian
pemerintah dalam menanggulanginya, karena pemuda sangat penting di bina dan di
lestarikan untuk mengganti tonggak kepemimpinan bangsa yang adil, bijaksana,
profesional, berfikir luas, dan memiliki iman dan takwa serta moral yang baik
pula.
Dari fenomena serta permasalahn
tersebut, pemerintah daerah semestinya cepat tanggap menangani masalah tersebut
khususnya kepala daerah seperti bupati dapat mengambil tindakan dan langkah
nyata. Jika saya menjadi BUPATI, maka
ada beberapa hal yang akan saya lakukan guna menanggulangi
masalah di Lombok Timur antaralain:
Pertama,
mengenai masyarakat Lombok timur yang sebagian besar memilih bekerja atau
merantau di negara orang menjadi TKI baik di Malaysia, Singapore, Brunei
Darussalam , Arab Saudi dll. Hal seperti ini dapat kita tanggulangi dengan
memperbanyak lapangan pekerjaan yang nantinya mampu menyerap tenaga kerja.
Lapangan pekerjaan yang banyak pun masih belum maksimal jika tidak dibarengi
dengan skill, kreatifitas, pendidikan, penguasaan IPTEK, dan informasi yang
cukup . Jadi , jika saya menjadi bupati saya akan menambah lapangan pekerjaan
dengan terlebih dahulu meningkatkan skill (kemampuan) penduduk dalam bidang
penguasaan IPTEK, pendidikan, membuka pelatihan ketenagakerjaan, melakukan
pelatihan moral tenaga kerja yang baik, menciptakan kondisi yang nyaman antara
si tenaga kerja dengan tempat mereka bekerja. Membina dan memberikan pelatihan
bagi para petani di Lombok Timur karena sebagian besar mata pencaharian di
Lombok Timur adalah sebagai petani jadi petani perlu di berikan modal,
pembinaan skill, dan cara mengolah tanah yang baik agar mendapatkan hasil yang
maksimal. Selain di bidang pertanian Lombok Timur juga mempunyai pariwisata
yang bisa dibilang sangat menjanjikan untuk perekonomian masyarakat hal itu
bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membuat lapangan pekerjaan bagi para
tenaga kerja. Apalagi terhitung banyak sekali tourist asing yang datang ke NTB
khususnya Lombok Timur untuk berwisata. kekayaan alam tersebut bisa kita
manfaatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal yang berkualitas dan berdaya saing
yang tinggi sehingga masyarakat tak perlu lagi ke luar negeri untuk mencari
pekerjaan karena sebagaian masyarakat sudah mempunyai pekerjaan yang layak dan
menjanjikan di dalam negeri sendiri. Dengan hal ini, maka masalah
ketenagakerjaan di Lombok Timur bisa teratasi, pasalnya kekayaan alam yang
melimpah di kawasan ini dapat di manfaatkan jika masyarakatnya sudah mempunyai
skill, menguasai teknologi, dan pintar melihat peluang.
Kedua,
tentang masalah pernikahan dini yang semakin marak terjadi di kawasan Lombok
Timur. Melihat fenomena tersebut pemerintah seharusnya lebih bijak dan tegas memberikan
sanksi tegas dan pembinaan bagi pemuda
pemudi Lombok Timur khusunya para pelajar. Jika saya menjadi bupati, maka hal
pertama yang akan saya lakukan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah
memberikan sosialisasi berupa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan serta
moral bangsa. Dengan begitu remaja akan senantiasa mempunyai gambaran mengenai masa
depan gemilang yang akan mereka capai kedepannya tanpa memikirkan menikah di
usia muda yang malah justru menambah
beban bangsa . Langkah nyata lainnya adalah membentuk panitia khusus yang
bertugas merazia setiap tempat-tempat startegis yang lumrah di datangi oleh
kaum remaja yang sedang berpacaran. Dengan begitu kita bisa mengontrol
pergaulan kaum remaja di luar sekolah atau rumah . Peran orang tua dan sekolah
juga sangat di perlukan dalam menekan pergaulan remaja yang semakin bebas di
era global ini. Orang tua dan pihak sekolah dapat bekerjasama memberikan
pengawasan terhadap anak. Di lingkungan sekolah guru dapat menamkan pendidikan
anti menikah muda dan di rumah orang tua dapat menanamkan pengetahuan lebih
mengenai agama agar moral remaja khususnya di Lombok Timur dapat terjaga dengan
baik.
Ketiga,
masalah penyalahgunaan teknologi yang dilakukan remaja , Jika saya menjadi
bupati tindakan yang akan saya ambil adalah memberikan bimbingan moral tentang
pentingnya memiliki akhlakul karimah yang mulia baik di kehidupan sehari-hari
maupun di dalam media sosial yang sering digunakan oleh remaja. Selanjutnya Kita
juga bisa memberikan pengawasan seperti melakukan razia di media sosial maupun
tempat mengakses internet yang sering disebut warnet . Selain itu kita bisa memberikan penyuluhan tentang
pentingnya teknologi seperti media untuk mencari mitra kerja, tempat berjualan
online , mencari akses informasi, dan masih banyak lagi.
Dari
fakta yang terjadi serta solusi yang sudah diberikan pesan yang dapat kita
petik adalah bagaimana menjadi seseorang yang memiliki moral dan keperibadian
yang baik serta memiliki skill , pendidikan, dan penguasaan IPTEK agar dapat
menunjang kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Selain masyarakat
pemerintah juga memilki andil yang penting dalam menanggulangi semua permasalah
yang terjadi didaerahnya khususnya seorang bupati yang juga sebagai kepala
daerah tingkat kabupaten. Mudah-mudahan dari fakta serta fenomena yang terjadi
bupati bisa lebih cepat tanggap dan dapat mengambil langkah nyata guna
menyelesaikan semua permasalahn yang terjadi dan selain itu perlu ada kerjasama
yang baik dari semua pihak agar apa yang menjadi keinginan kita bisa berjalan
dengan lancar amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar